Sunday, July 17, 2016

Rumah Uplik, Secercah Cahaya di Lautan Kegelapan

 
Sekarang banyak anak-anak yang lebih memilih bermain daripada sekolah. Apalagi ditambah dengan industry bisnis yang semakin mendukung anak-anak untuk lebih bermain daripada sekolah. Lihat saja sinetron-sinetron yang ada di Indonesia, walaupun bersetting di sekolahan tetapi yang ditayangkan dalam sinetron tersebut bukanlah tentang sisi positifnya tetapi lebih kesisi negatif sehingga sangat berdampak buruk kepada anak-anak. Apalagi ditambah dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat.Sekarang bukan Cuma orang dewasa yang memiliki HP tetapi anak SD pun sudah di berikan HP oleh orang tua mereka. Tetapi ada suatu keresahan tersendiri yang membuat Pak Waljiono pendiri Rumah Uplik untuk memperbaiki generasi anak bangsa yang dianggapnya sudah menghawatirkan. Rumah Uplik adalah sebuah nama yang didalamnya bernaung sanggar baca, seni dan bengkel kreatifitas. Rumah Uplik berada di Dusun Resowinangun, Desa Pledokan Kec. Sumowono. Kab. Semarang, Jawa Tengah. Pak Waljiono tergerak untuk membuat Rumah Uplik karena masih banyak orang tua yang tidak peduli akan kegiatan anak-anak setelah sekolah. Untuk membangun Rumah Uplik hingga seperti sekarang tidaklah mudah menurut Pak Waljiono apalagi untuk membuat anak-anak menyukai membaca dan menyukai seni dan membuat kreatifitas. Menurut cerita pak waljiono kepada kami, dia pertama kali membuat Ruamh Uplik yaitu dengan berkeliling membawakan buku kepada perkumpulan anak-anak yang sedang bermain. Dia memanggil anak-anak untuk melihat buku-buku yang dia bawa walaupun pertama kali banyak anak yang menghiraukannya tetapi Pak Waljiono tidak menyerah untuk menyelamatkan nasib anak bangsa. Setelah beberapa kali mecoba berkeliling desa akhirnya Rumah Uplik pun disukai anak-anak dan sekrang sudah banyak beberapa komunitas maupun kelompok untuk membantu membagikan ilmunya kepada anak-anak di pedesaan. Ini beberapa foto kegiatan yang sudah dilakukan di Rumah Uplik




Dan ini lah fot kami ketika berkunjung di Rumah Uplik

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

No comments:

Post a Comment